[instropeksi]Jati Diri

Tinggal kamu percaya atau engga’? itu dulu pertanyaan yang harus dijawab. Seburuk-buruknya, kalau kamu masih percaya, semua masih bisa diperbaiki. Lain cerita kalau sudah nggak percaya, mau usaha apapun juga, karena awalnya sudah nggak percaya, ya sudah, wassalam. Seperti yang sekarang ini. Kamu percaya Tuhan Maha Pengampun. Yaw is, titik. Jangan terlalu berlarut dalam penyesalan. … Lanjutkan membaca [instropeksi]Jati Diri

Iklan

Percaya

Selalu menjaga bara agar tak padam, itu yang sekarang bisa aku lakukan. Selalu percaya, bahwa kelak akan ada jalan. Asal tak patah semangat, dan tak henti untuk berikhtiar. Benar memang, semua yang terjadi sekarang ini membuat keyakinanmu pudar. Dan membuatmu bertanya-tanya “Bisakah???”. Tapi pernahkah kau dengar janjiNya? “AKU itu sesuai persangkaan hambaKU”. Sekarang ini, ktia … Lanjutkan membaca Percaya

Jauh

Apa yang harus kutulis, jika menulis ini tak membuat aku lebih baik. Tak membuat aku lebih dekat lagi padaMU? Aku rasa ini tak akan ada artinya. Hari libur dalam rangka Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad. Tapi entah kenapa, libur ini tak ubahnya hari libur biasa. Sangat buruk. Kau mengidolakannya (katamu), tapi pengetahuanmu tentang beliau tak lebih … Lanjutkan membaca Jauh

Ta Ra Rum Pum

Dalam hidup, tak kita tahu apa yang akan terjadi di depan. Jangankan esok, satu menit yang akan datang pun kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Benar rasanya kalau dikatakan hidup itu misteri. Karena yang bisa kita lakukan hanya berencana dan berusaha, tapi tak bisa sedikit pun membuat hasil akhir. Kalau pun memang rencana kita … Lanjutkan membaca Ta Ra Rum Pum

[masih]Tentang Benci

Kembali menulis di pagi ini. Meskipun cuma curhat-curhat yang tidak jelas, tak mengapa lah. Paling tidak aku konsisten menulis. Ibarat motor, tiap hari harus dipanasin. Biar kata cuma nulis uneg-uneg yang nggak jelas. Biar nggak nge-drop kalau disuruh bener-bener nulis (padahal nggak pernah nulis bener). Hihi. Masih dengan tema benci. Menyambung tema tadi malam. hemmmm. … Lanjutkan membaca [masih]Tentang Benci

Jujur itu apa sih?

Pfiufffffhhhhh,,,, Ngantuk, cape’, lengket karena belum mandi, pegel-pegel, semuanya berkumpul jadi satu. Mata juga sudah terasa berat. Tapi tak mengapa lah. Setidaknya UAS hari ini berjalan tidak terlalu melenceng dari yang diharapkan. Kalau dibilang lurus, ya nggak lurus-lurus amat. Masih jauh dari yang diharapkan. Lha wong begadang buat belajar sama begadang buat fesbukan lebih kuatan … Lanjutkan membaca Jujur itu apa sih?

Kawan (Jamban?)

Kau menjadikannya seperti jamban, Tak lebih! Seketika aku mendengar nafasmu berderup, Tersengal, Ada marah yang ingin buncah, Tumpah dalam tangan yang terkepal Kau menjadikannya seperti jamban, Tak lebih! Hanya tempat menuntaskan hajat, Terburu kau mencarinya, Berteriak-teriak, Terbirit-birit! Tapi setelah tunai semua, Kau pergi begitu saja, Hanya menyiramkan segayung air, Menyisakan bau, Tak perduli lagi sedikit … Lanjutkan membaca Kawan (Jamban?)