Catatan Pagi

                Soson sibuk nyalin PR Matematika. Lagi-lagi dirinya lupa ngerjain. Semalem terlalu sibuk nonton Box Office Movie di layar kaca, sampe-sampe PR Matematikanya Pak Tarno kelewat begitu saja. Dasar memangnya sudah pelupa. Ditambah film di layar kaca sayang untuk ditinggalkan. Tapi itu tidak terlalu masalah, toh banyak temen-temen lainnya yang juga belum ngerjain. Pagi ini … Lanjutkan membaca Catatan Pagi

Iklan

Akhir yang Memulai

                “Ternyata begini doang akhirnya ya, Ta?”                 Dian menatap cowok paling ganteng sedunia (menurut ukuran Dian doang tapi) yang duduk berseberangan dengannya. Mereka menikmati sabtu sore ini di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Senen. Berkeliling-keliling menghabiskan waktu, seperti kebanyakan muda-mudi Jakarta pada umunya.  Meski cuma jalan muter-muter nggak ada tujuan, untuk pasangan yang … Lanjutkan membaca Akhir yang Memulai

Ngga’ Pake Judul

                Soson manggut-manggut sendirian di Kantin. Sepagi ini, bisa dipastikan hanya dia seorang yang sudah menghuni tempat itu. Mana ada murid sekolah jam setengah 6 sudah ngejogrok di kantin sekolah. Yang ada, jam segitu murid-murid lainnya masih bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, mandi, beres-beres, atau bahkan mungkin masih ada yang asyik masyuk bergelung di atas … Lanjutkan membaca Ngga’ Pake Judul

Ngantuk Pagi-Pagi

Kau tuangkan segelas teh hangat, dan duduk disebelahku, menemani aku menyambut pagi.   Kita berbincang dalam diam. Menikmati pagi yang magis. Selalu seperti ini setiap hari. Aroma hijau daun, hangat mentari, cicit burung bersahutan, dan kedamaian batin yang menyenangkan. Ditambah, kau disini menemaniku. Sungguh, ini lebih dari cukup buatku.    

Dulu, Kini & Nanti

                Album ini mengingatkanku padamu. Di sore yang rintik, ketika sendiri kembali menyapa, entah kenapa, pilihan lagu dari album pertama lah yang kupilih. Mungkin karena aku rindu padamu. Mungkin juga hanya sekedar pelepas rindu akan masa lalu. Kita sudah masing-masing. Hidupmu meluncur seperti roket, meninggalkan aku yang masih berjejak tanah. Aku harus mendongak ke atas … Lanjutkan membaca Dulu, Kini & Nanti

Kuat

“Harusnya, kau itu lebih keras sama diri sendiri. Jangan lembek gitu! Sering mengasihani diri sendiri itu perbuatan buruk. Buruk sekali. Sekali kau mengasihani, seterusnya kau akan ketagihan” Bang togar cuek saja menyeruput kopi setelah menuntaskan kalimatnya. Menghisap rokoknya dalam-dalam, dan membuangnya ke udara, memenuhi ruangan dengan asap putih. “Tapi kan, bang. Aku memang sedang dalam … Lanjutkan membaca Kuat

Menari Bersama

08.05wib   Walau tak terlihat tapi kupercaya cinta itu indah.   06.53wib   Kelapangan hati itu tidak berbanding lurus dengan umur. Kemauan mengerti orang lain juga tidak berhubungan dengan deret usia. Karena, ada orang yang deret usianya sudah tidak bisa dibilang muda, tapi masih terlalu muda dalam menyikapi masalah. Menuntut pengertian tanpa belajar mengerti. Merasa … Lanjutkan membaca Menari Bersama