Manusia Aneh

Sabtu sore, ketika dunia muda-mudi berputar lebih cepat dari biasanya. Lampu-lampu taman menyala lebih awal. Café-café menyiapkan menu-menu spesial. Dan bunga mawar plastik lebih laris dibanding hari biasa. Nampak lah gadis-gadis berdandan menor bak selebritis. Cowok-cowok bergaya necis bin klimis menunggangi sepeda motor yang kinclong abis. Mondar-mandir di sepanjang jalan, pamer dan sok ngartis, meski … Lanjutkan membaca Manusia Aneh

Iklan

Astul

“Menjadi baik itu susah ya, Ta?” Dua sekawan yang sedang menikmati pagi, duduk di halte menanti angkutan kota itu, mengobrol asyik. “Yaaa, tergantung lah, Dit” Sita dan Dita serentak menutup hidung. Metromini yang barusan lewat mengepulkan asap hitam yang nggak ketulungan banyaknya. Tangan kanan mereka mengibas-ngibas di depan muka, berharap asap itu segera hilang. Tapi … Lanjutkan membaca Astul

Menulis seru di Fun Institute

Tiga kali sudah ikut pelatihan di Fun Institute. Dan tiga kali pula kalimat sakti ini meluncur dari Kang Taufan E. Prast “Menulis cerpen itu mudah!”. Percayakah? Awalnya saya tidak percaya. Bukan tanpa alasan sih saya nggak percayanya. Karena sudah beberapa lama saya mengikuti kelas cerpen dan malahan menjadi ketua kelasnya, baik di even FLP Jakarta … Lanjutkan membaca Menulis seru di Fun Institute

Segelas Kopi

Segelas kopi mengawali hari. “Ini Jumat yang berkah” ujarku sendiri. Tak ada sesiapa disisi. Menikmati teguk demi teguk dalam syahdu. Memutar berulang Naknya Iwan Fals. “Engkau lelaki kelak sendiri!”. Entah, apa yang ada di benak Bang Iwan waktu menulis bait ini. Mungkin, waktu itu dia berada dalam kondisi yang memaksa untuk tidak meminta pada sesiapa, … Lanjutkan membaca Segelas Kopi

Terimakasih

“Belajar bilang terimakasih itu ternyata nggak gampang…” Soson berujar pelan. Sambil duduk selonjoran di lantai, melihat kerumunan teman-temannya yang bergegas berlarian keluar kelas. Bel tanda pulang sekolah baru saja berbunyi. Nampak mereka berebut keluar duluan. Berlarian. Saling kejar. Bahkan ada yang usil menarik-narik tas temannya yang lebih dulu keluar. “Gampang lahhhh! Apa susahnya bilang makasih … Lanjutkan membaca Terimakasih

Catatan Ibukota

                “Tak akan habis cerita di Ibukota” gumam Duta. Matanya perih terkena kepulan asap ratusan kendaraan yang memenuhi jalan raya. Kulitnya panas dan semakin menghitam terbakar teriknya matahari Ibukota. Klakson bersahutan tak ada habisnya. Kendaraan saling salip satu sama lain. Emosi-emosi terbakar bersama kepulan aspal yang memanas. Senggol sedikit saja, akan mengundang cek-cok. Di kota … Lanjutkan membaca Catatan Ibukota

Lagu Kenangan

                Duta merem melek sendiri di kamar. Nggak tahu kenapa, tiba-tiba hatinya trenyuh gara-gara dengerin lagu-lagu Michael Learn To Rock yang diputar di DVD. Kenangannya memutar kembali ke masa-masa silam. Mengenang saat-saat indahnya merajut kasih bersama Dian. Padahal bahasa inggris Duta belepotan banget. Bisa dibilang jelek malah. Jadi nggak semua lagu yang mengalun itu dia … Lanjutkan membaca Lagu Kenangan