Sebelum Pulang

Masih tercecer di meja kerja. Sendiri saja. Tidak ada kegiatan apa-apa juga. Hanya sedang tidak rindu pada karpet bergambar warna-warni aneka macam profesi di kamar saya. Masih ingin syahdu di depan monitor komputer ini, entah untuk apa. Di meja kerja, saya ditemani Imam Besar The Panas Dalam yang suaranya serak-serak ngilu mendendangkan Semacam Kasih Sayang. … Lanjutkan membaca Sebelum Pulang

Iklan

Semacam Kasih Sayang

Lagi-lagi saya cuma ingin posting hasil keisengan saya di meja kerja. Hasil bengong bersama kopi dan rumit karena para teman saya yang harusnya ada jadwal mengajar hari ini banyak yang berhalangan datang disebabkan karena banyak hal. Jadi, daripada diri saya ikut larut dalam rumit yang tidak menjadi rumit pun sebenarnya tidak mengapa, saya memutuskan membuat … Lanjutkan membaca Semacam Kasih Sayang

Pada Sebuah Jalan

Dulu pernah pula kususuri jalan itu. Jalan yang kini mereka tempuh. Kujaga asaku agar terus membara, sampai tiba empat puluh delapan purnama tak henti kularungi. Meski ya pada akhirnya aku harus sumeleh pada waktu, membiarkan satu mimpi yang dulu pernah sangat wangi dalam hatiku, kulepas dan diperebutkan oleh yang lain. Termasuk mereka kini yang menyusuri jalan … Lanjutkan membaca Pada Sebuah Jalan

Sebuah Pagi

Kenapa bersedih kalau masih ada pagi yang selalu indah? Hanya dengan segelas kopi dan selantun terimakasih, pagi menawarkan banyak varian senang. Menularkan semangat dan energinya untuk menyantap hiruk-pikuk siang hari. Kenapa bersedih kalau masih ada malam? Hanya dengan segelas kopi dan selantun syukur, malam menawarkan pelukan dan selimut tentram. Memberikan kedamaian dalam heningnya setelah berjibaku … Lanjutkan membaca Sebuah Pagi

Ocehan Lelaki Sunyi

Pada hening malam, laki-laki sunyi itu membiarkan alamnya terjamah hujan. Selalu katanya "Hujan membuat segalanya menjadi lebih baik". Tak kumengerti benar apa maksudnya. Hujan hanya membuat segalanya basah, segala melimpah ruang di antara rumah-rumah. Tempat air harusnya tak bertahan lama tidak pada tempatnya. "Jangan salahkan hujan! Dia hanya tunduk khusyuk pada apa yang harus dilakukannya. … Lanjutkan membaca Ocehan Lelaki Sunyi