[BukanReview]Delivery Man

Belum lama kemarin saya nonton aksi kocak Vince Vaughn di film The Internship, mungkin sebulan yang lalu atau lebih sedikit. Dan tadi siang saya nonton lagi akting kocaknya Vince Vaughn yang kali ini bermain di film Delivery Man.

Menurut saya, kedua film ini memiliki ide cerita yang sama konyolnya.

Delivery Man
vince

Sumber gambar dimari

David Wozniak, diperankan oleh Vince Vaughn, adalah seorang driver perusahaan daging di perusahaan keluarganya. Karena itu adalah perusahaan keluarga, dengan bosnya adalah sang ayah dan pekerjanya adalah suadara-saudaranya termasuk David sendiri, maka meski kerja David sangat tidak memuaskan tetapi dia tidak kena pecat.

David diceritakan mempunyai kehidupan yang buruk. Bekerja dengan membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding orang-orang lainnya. Tidak pernah punya komitmen untuk melakukan hal-hal baik.

Hubungannya dengan sang kekasih juga sangat buruk. David tidak pernah mengunjungi sang kekasih, dengan alasan sibuk bekerja. Bahkan David juga tidak mengetahui bahwa sang kekasih sedang hamil, karena David sudah terlalu lama tidak berkunjung.

Lebih buruk lagi, dalam waktu bersamaan David juga sedang dikejar-kejar oleh penagih hutang karena memiliki hutang seratus ribu dolar yang sudah jatuh tempo.

Adakah yang lebih buruk lagi dari itu? Ternyata masih ada. David, yang semasa mudanya pernah atau bahkan mungkin sering, mendatangi tempat donor sperma, tiba-tiba didatangi pengacara dari klinik tempat David dulu mendonorkan sperma.

Pengacara tersebut menyatakan bahwa David pada masa mudanya dulu, terhitung lebih dari 600 kali mengunjungi tempat donor sperma tersebut. Dan karena sperma David termasuk kualitas yang bagus, 533 dari sperma itu didonorkan kepada para wanita yang datang ke klinik itu.

Masalah timbul setelah sekian puluh tahun kemudian, karena anak-anak yang lahir dari donor sperma David ingin mengetahui siapa identitas sang ayah sebenarnya. Mereka berkumpul dan membuat sebuah yayasan untuk mencari tahu siapa nama ayah mereka sebenarnya, yang dalam data klinik menggunakan nama samaran “Starbuck”. Mereka juga melakukan upaya tuntutan hukum ke pengadilan.

Tetapi dalam peraturan klinik dinyatakan bahwa kerahasiaan pendonor sudah dilindungi. Klinik tidak bisa mengungkapkan siapa sebenarnya orang yang menggunakan nama samaran “Starbuck” tersebut. Dengan alasan itu, David bisa aman dari tuntutan yayasan yang didirikan oleh “anak-anaknya” sendiri.

Meski sudah dijamin kerahasiaannya oleh klinik, dan David tetap bisa aman dari pembongkaran identitasnya, naluri David sebagai seorang ayah justeru timbul dan ingin mengetahui seperti apa rupa “anak-anaknya” itu. “Anak-anaknya” yang masih belum tahu siapa identitas sebenarnya “Starbuck” justeru disambangi oleh David satu per satu tanpa mereka ketahui bahwa orang yang datang itu adalah ayah mereka, si “Starbuck”.

Setelah kunjungan David ke “anak-anaknya” tersebut, David mempunyai ikatan naluri yang menguat, yang tak bisa dihindarinya. Bahkan David ikut berkumpul dengan “anak-anaknya” itu dalam yayasan yang akan menuntut dirinya sendiri.

Pada akhirnya tuntutan Yayasan Anak-Anak Starbuck di pengadilan kalah. David menang dan berhak mendapatkan uang ganti rugi sebesar dua ratus ribu dolar. Uang itu bisa menjadi solusi David untuk membayar hutang. David juga lepas dari kewajibannya untuk bertanggungjawab kepada 533 anaknya.

Namun bukannya senang, David justeru merasa bimbang. Dia yang selama hidupnya tidak pernah melakukan hal benar, dalam satu hal penting di titik hidupnya, dia ingin melakukan hal yang benar dan mengikuti apa kata hatinya.

Seperti tergambar dalam percakapannya dengan sang ayah. Ini dialog yang saya suka. 🙂

David : “Emma selalu bilang bahwa, bahwa aku tidak punya kehidupan. Jadi, aku secara resmi memutuskan, mencoba dan melakukan hal yang benar. Itu lebih sulit dari yang kupikirkan.”

“Ayah.”

“Ayah, aku Starbuck.”

Ayah : “Kau si El Masturbator?”

David : “Ya. Untuk pertama kali dalam hidupku, aku ingin membuat keputusan yang tepat. Pertama kali. Untuk pertama kali dalam hidupku, aku ingin menjadi orang normal. Bagaimana orang normal menangani situasi ini?”

Ayah : “Orang normal tak akan ada dalam situasi ini.”

David : “Katakan saja orang normal itu melakukan sedikit kesalahan dan menyumbangkan sperma 693 kali. Apa yang akan mereka lakukan? Apa yang akan saudara-saudaraku lakukan?”

Ayah : “Saudaramu tidak siap mental untuk menghadapi situasi seperti ini.”

“Saat kau mengatasinya, kau mungkin salah satu dari sedikit orang di dunia ini yang mampu menghadapi situasi seperti itu. Kenapa kau tidak perkenalkan diri saja?”

David : “Seperti yang kau tahu, aku punya masalah keuangan.”

Ayah : “Ya, hutangmu. Aku dibesarkan dengan kondisi yang sangat miskin.”

David : “Ya, aku tahu ayah. Aku tahu.”

Ayah : “Saat aku tinggalkan Warsawa untuk pergi ke Amerika, ayahku memberiku $10. Hanya itu yang dia punya. Aku tak bisa menolak bantuannya, jadi aku berjanji aku akan menggantinya 1.000 kali lipat, saat aku kaya. Ayahku meninggal. Saat ibumu dan aku masih tak punya uang. Aku, Aku selalu bertanya-tanya, apa yang lebih sulit baginya. Tak bisa memberikan anak-anaknya kecukupan, atau tak bisa bersama mereka saat mereka dapat kesulitan. Harta terbesar dalam hidupku adalah melihat kalian setiap hari. Bagiku itu adalah kesuksesan. Jadi, seperti ayahku, aku ingin membantumu. Ini $10. Itu memberiku keberuntungan. Dengan $10, aku membangun usahaku. Jadi, ambil $10-nya. “

Dan pada akhirnya David membuat keputusan yang dirasanya benar setelah proses persidangan tentang dirinya selesai. Dia mengungkapkan jati diri siapa “Starbuck” sebenarnya, tanpa ada lagi tuntutan hukum di belakanganya yang mengikuti.

Pertama kali dalam hidupnya, David membuat keputusan yang benar. Lalu bagaimana reaksi “anak-anaknya”? Bagaimana kelanjutan hubungannya dengan sang kekasih yang sedang hamil?

Ditonton sendiri aja ya. Biar lebih afdhol. 🙂

*****

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s