FIKSI

ladyaLadya Cheryl, itulah alasan kenapa gue nonton film ini. Gue jatuh hati sama aktris cantik ini semenjak dia berperan di film AADC. Memang bukan peran utama, tapi kehadirannya di film AADC lebih menarik perhatian gue dibanding Dian Sastro yang menjadi pemeran utama.

Hanya sayang, aktris cantik ini begitu susah dicari film-filmnya. Karena setelah AADC, gue jarang sekali nemuin dia main di film-film ”mainstream”. Ladya lebih banyak bermain di film-film indie yang buat ngaksesnya gue rada kesulitan. Buat nyari downloadan filmnya pun juga ngga gampang. Huh! Mau beli DVD filmnya yang ori, gue juga ngga tahu harus kemana. Haha. Lengkaplah sudah. Lagian belum tentu juga gue ada duitnya, coyyyy. :p

 #FIKSI

Ini adalah film kedua dia yang gue tonton setelah AADC. Haha. Payah banget gue ya? Tapi mau gimana lagi. Susah sih nyari pilem-pilemnya si neng cantik yang satu ini. Kalau nyari dia jadi model video klip masih rada gampang, soalnya di youtube banyak yang ngupload. Tapi kalau pilem, perlu usaha ekstra buat ngedapetinnya, mamen.

 Oke! Mari kita ngobrolin pilemnya aja langsung.

 Alisha, anak seorang kaya raya yang entah apa kerja orangtuanya, merasa kesepian hidup di dalam rumah megah hanya sendiri saja. Berdua dengan asisten rumah tangga, bertiga dengan penjaga rumah, berempat dengan asisten pribadi yang setiap saat siap mengantar dan mengawasi Alisha kemanapun pergi.

 Suatu hari, ada pekerja infal di rumah Alisha menggantikan asisten rumah tangga yang sedang cuti. Seorang pemuda sepentaran Alisha, yang karena sifat riangnya selalu bernyanyi saat bekerja. Seperti saat membersihakan kolam renang yang kelihatan dari kamar Alisha. Hal itu menarik perhatian Alisha yang selama ini selalu sendiri, sering murung dan hanya mengurung diri saja di kamar.

 Alisha memang selalu nampak murung. Selain karena ayahnya yang kaya raya yang entah bisnisnya apa, yang jarang sekali di rumah menemani Alisha, juga karena trauma masa kecil. Ibu Alisha tewas bunuh diri dengan menembakkan moncong pistol ke kepalanya sendiri di depan mata kepala Alisha. Bahkan sempat ibu Alisha mengarahkan moncong pistol itu ke kepala Alisha, hanya saja ibunya tidak sampai hati.

 Rasa cemburu sekaligus marah ibu Alisha kepada suami, yang mempunyai wanita idaman lain, adalah penyebab ibu Alisha bunuh diri. Alisha masih terlalu kecil waktu kejadian itu terjadi. Tapi traumanya terbawa hingga dewasa. Masuk ke dalam mimpi Alisha setiap malam.

 Tapi kehadiran asisten rumah tangga infal itu membuat Alisha yang biasanya hanya murung di kamar, mengurung diri dengan bermain celo, tiba-tiba tertarik hatinya mendapati pemuda yang periang itu. Jarang ada keriangan seperti itu dirumahnya.

 Pemuda yang periang itu, setiap selesai membersihkan rumah dan berpamitan kepada penjaga, selalu melakukan hal yang menarik perhatian Alisha. Di saat tak ada sesiapa yang melihat, pemuda itu mengambil patung kelinci yang ada di dalam lemari kaca di ruang depan. Setiap kali pemuda itu mengambil patung kelinci, Alisha bukannya marah karena patung kelincinya dicuri, justru menggantinya lagi dengan patung kelinci baru yang serupa dengan yang diambil sang pemuda. Berharap patung itu akan diambil lagi. Kejadian itu berulang terus menerus setiap kali pemuda itu selesai membersihkan rumah Alisha.

 Namun hal itu tak berlangsung lama. Setelah asisten rumah tangga Alisha pulang dari cuti, pemuda itu tak pernah kembali lagi ke rumah Alisha. Alisha yang meskipun belum mengenal pemuda itu secara langsung, merasa kehilangan pemuda itu.

 Alisha memutuskan mencari dimana pemuda itu tinggal. Bahkan Alisha memutuskan untuk menyewa kamar bersebelahan dengan kamar rusun dimana pemuda itu tinggal. Alisha yang semula hanya mengamati pemuda itu dari jauh, akhirnya bisa mengenal secara langsung pemuda itu dari dekat.

 Pemuda itu bernama Bari. Tinggal bersama dengan pacarnya tanpa ikatan pernikahan. Dia adalah seorang penulis yang cerita-ceritanya tidak pernah selesai, karena cerita-ceritanya mengambil ide dari kehidupan di sekitar rusun. Orang-orang yang dia kisahkan dalam ceritanya, orang-orang itu masih hidup dan beraktifitas semua, dan Bari tidak tahu akan seperti apa ending ceritanya nanti. Alasannya, karena mereka masih ada dan melanjutkan hidup.

 Bari merasa tidak bisa mengakhiri kisahnya. Buntu. Terbentur dengan realita, kenyataan bahwa tokoh dalam ceritanya masih terus melanjutkan hidup. Sementara dalam cerita-cerita yang sudah Bari baca, tokohnya selalu berhenti dalam satu titik. Mendapatkan ending cerita, apakah senang atau duka.

 Demi memenuhi kebutuhan hidup, karena profesi menulis belum bisa menghidupi dirinya dan sang pacar, Bari rela melakukan pekerjaan apapun untuk menyambung nyawa. Termasuk salah satunya pernah menjadi tukang bersih-bersih di rumah Alisha.

 Hal itu dia lakukan sembari memikir dan menunggu, bagaimana dia akan mengakhiri kisah-kisah yang sudah dia tulis. Karena dia yakin, suatu saat dia akan menjadi penulis hebat dengan penjualan buku yang “best seller” kalau kisah-kisah itu sudah selesai. Meski Bari belum tahu kapan waktu itu akan datang.

 Alisha yang memang tertarik dengan kehidupan Bari, yang sengaja pindah ke rusun dari rumahnya yang mewah demi untuk Bari, sebanyak mungkin melibatkan diri dalam kehidupan Bari dan pacarnya. Alisha sedikit banyak mulai mengenal kehidupan Bari. Dia jadi tahu, ternyata patung-patung kelinci yang di ambil bari setiap hari di rumah Alisha adalah untuk diberikan kepada sang pacar yang terobsesi dengan kelinci.

 Alisha juga mulai tahu bahwa Bari adalah penulis yang cerita-ceritanya tidak pernah selesai karena tokoh-tokoh disekitar rusun yang di ambil Bari menjadi inspirasi cerita, semua tokohnya masih melanjutkan hidup dan belum memiliki ending. Bahkan Alisha mendapatkan kesempatan membaca cerita-cerita Bari, juga mendapat kesempatan ditunjukkan oleh Bari, siapa-siapa saja orangnya yang telah memberi inspirasi cerita Bari.

 Karena semakin dekatnya mereka, dan juga karena Alisha yang terobsesi dengan Bari, mereka berdua terlibat hubungan yang lebih dari sekedar teman tanpa sepengetahuan pacar Bari. Alisha mulai benar-benar mencintai Bari. Sementara Bari menganggap Alisha hanya sebagai petualangan semata.

 Bahkan tanpa sepengetahuan siapapun, Alisha membantu Bari menyelesaikan cerita-cerita Bari dengan caranya sendiri. Semua tokoh-tokoh dalam cerita Bari akhirnya mati. Bari yang semula tidak menaruh curiga terhadap kematian orang yang ada dalam ceritanya, mau tidak mau akhirnya mengarahkan tudingan juga kepada Alisha setelah semua orang yang dia tulis dalam ceritanya mengalami nasib tragis. Karena baru Alisha yang sudah membaca semua cerita-ceritanya. Dan Alisha jugalah yang mengetahui semua inspirasi cerita Bari. Meskipun curiga, Bari sama sekali tidak bisa membuktikannya.

 *****

Alisha yang mempunyai trauma masa lalu karena melihat ibunya bunuh diri dengan mengarahkan moncong pistol ke kepalanya sendiri, membentuk Alisha menjadi seorang psikopat tanpa disadari siapapun.

 Dan seperti kalimat yang diucapkan Ibu Alisha kepada Alisha sebelum bunuh diri, seperti itu pula kalimat yang diucapkan Alisha kepada Bari setelah “membantu” Bari menyelesaikan tujuannya : “Semua kejadian ada tujuannya”

 Mungkin kejadian Bari datang ke rumah Alisha, membersihkan rumahnya, mengambil patung kelinci, memang tujuannya adalah membuat Alisha masuk ke kehidupan Bari dan membantunya menyelesaikan cerita-cerita Bari.

 Atau juga sebaliknya. Kedatang Bari ke rumah Alisha adalah untuk membantu Alisha keluar dari kemurungan dan kesedihan di tumpukan kamar dan rumah mewah yang serba ada tapi “kosong” semua.

 Atau, silahkan simpulkan sendiri saja.

 Untuk lebih lengkap dan jelas, silahkan dicari dan ditonton sendiri pilemnya. Disimpulkan sendiri juga. Mungkin saja beda simpulannya. Tapi yang jelas, semua kejadian ada tujuannya.

 *****

Tidak serupa, tapi gue nemuin sedikit, sedikiiiit saja, ada kesamaan ide cerita film ini dengan film Seven Psychopat yang dibintangi sama Collin Farell. Yaitu, orang yang membantu orang lain tanpa sepengetahuan orang yang dibantu, menyelesaikan cerita-ceritanya dengan melakukan perbuatan ekstrem.

Kalau secara keseluruhan cerita sih beda abis. Cuma sedikit ide itu aja yang menurut gue mirip. Menurut gue lho ya. Hehehe.

Sudah ah. Adios permios. Silahkan sekalian nonton Seven Psychopat kalau begitu. Mumpung masih liburan. :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s