Berlalu

Kau tahu, dasa yang dua, bergandeng tujuh, dalam waktu yang tak lagi lama, akan menambah diri (bila Tuhan berkenan, tentu saja)? Sedang waktu, seperti laju yang tak peduli, mengangkangi segala dengan biasa. Meninggalkan para terkangkangi melongo, bengong dalam muka-muka sesal yang serupa, sama dan repetisi. Tanda-tanya yang mulai hilang, tanya-tanya yang tertelan, roda. Marah, garang … Lanjutkan membaca Berlalu

Yang Tak Pernah Tuntas

apa yang dimulai tak pernah selesai, di tengah jalan berhenti, seperti energi yang tak pernah cukup, bahkan sekedar untuk menyerah terbiar begitu saja, menjadi penanda tak berdaya gumam bagai rentet umpat tak terucap berdengung di bibir menggema di kepala bersama ia yang tak pernah tuntas sekedar aspirin agar tak gila atau obat mati rasa biar, … Lanjutkan membaca Yang Tak Pernah Tuntas